Pada umumnya para peternak lokal (peternak ayam petelur diluar kota blitar) menjual telur setiap hari, produksi hari ini dijual juga hari ini, jarang sekali menimbun telur sampai beberapa hari.

Pada saat harga telur di blitar turun drastis, jika anda sebagai peternak lokal sebenarnya tidak perlu panik dan ikut juga banting-bantingan harga. Bagaimanapun juga pada saat telur harganya turun dengan drastis sebenarnya para pedagangpun juga ragu untuk mendatangkan barang dari blitar, karena kuatir kalau harganya masih turun lagi. Sehingga sebagai produsen telur lokal sebenarnya anda masih bisa menjual dengan harga yang cukup bagus, meskipun turun tapi tidak perlu menurunkan harga mengikuti besarnya penurunan harga di blitar.

Berbeda dengan di Blitar, pada saat harga turun dengan margin yang cukup besar, biasanya para pedagang dari luar kota hanya "wait and see" saja. Mereka tidak segera melakukan transaksi dan mencukupi kebutuhan pasarnya hanya dari pasokan telur peternak lokalnya saja. Hal inilah yang seringkali membuat panik para pedagang telur di Blitar, karena merasa permintaan pasarnya sepi maka penawaran harganya pun diturunkan, harga sudah diturunkan tapi transaksi belum juga jalan, maka pedagang yang lain pun menurunkan lagi harga jualnya. Inilah efek berantai yang akhirnya menyebabkan harga telur turun dengan sangat drastis.

Berbeda dengan harga lokal, biasanya harga memang ikut turun juga, tetapi penurunanya tidak secepat penurunan harga di blitar. Pada saat selisih harga lokal sudah sangat jauh dengan harga di blitar. Seringkali banyak pedagang yang berani berspekulasi memasukan telur dari blitar. Karena Permintaan dari luar kota ini hampir serentak, biasanya harga di blitar pun akan naik kembali dengan cepat.

0 comments so far,add yours