Pemeriksaan post mortem adalah pemeriksaan pada tubuh ayam yang baru saja mati atau di matikan. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengetahui perubahan patologi anatomi tubuh ayam, yang terjadinya akibat serangan suatu penyakit.

Perubahan patologi anatomi adalah perubahan besar, bentuk, warna, konsistensi dan letak organ-organ tubuh akibat serangan suatu penyakit. Perubahan patologi anatomi sangat membantu dalam menetapkan jenis penyakit. Dalam menentukan diagnosa perlu di ingat bahwa hanya beberapa penyakit yang gejalanya jelas terlihat.

Seringkali keadaan lingkungan yang jelek dan kesalahan tatalaksana mempercepat timbulnya masalah seperti coccidiosis, penyakit saluran pernafasan, kelainan produksi telur, kualitas telur jelek dan penyakit yang tidak jelas penyebabnya. Kepadatan ayam, ransum, distribusi air, distribusi cahaya, ventilasi, perpindahan pekerja peternakan dan metode vaksinasi merupakan tatalaksana yang seringkali salah tanpa disadari.

Perbaikan beberapa kesalahan tatalaksana dapat memperbaiki efektifitas pengobatan (jika diperlukan) atau bahkan sama sekali tidak diperlukan obat yang biasannya mahal. Seringkali pemeriksaan post mortem menghasilkan keterangan yang tepat pada kasus wabah penyakit yang mudah didiagnosa seperti coccidiosis, nekrotik enteritis, infeksi bakteri, kelaparan dan sebgainya. Meskipun demikian pemilihan material diperlukan untuk menegaskan diagnosa maupun untuk memperoleh keterangan yang lebih banyak.

Material pemeriksaan laboratorium sebaiknya meliputi material untuk pemeriksaan: bakteri (dalam wadah yang steril), virus (pada jaringan biakan yang mengandung antibiotika), histologi (pada formalin atau larutan garam fisiologis). Material pemeriksaan laboratorium harus menjukkan symptom yang khas atau dari bangkai ayam yang baru saja mati. Berbagai transport media yang tepat dan sesuai dengan tuuan pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan dlam hal ini.

Suatu saat sangat diperlukan pengambilan contoh darah untuk pemeriksaan serulogis. Sedikitnya harus terkumpul 20 contoh darah. Pengambilan contoh darah ulang sangat diperlukan baik untuk melihat adannya jumlah sample yang menjadi positif (misalnya mycoplasmosis) atau kenaikan titer antibodi (misalnya kasus Newcastle Disesase, Infectious Bronchitis dan Sebagainnya.

Secara ideal pemeriksaan darah harus dilakukan segera setelah terjadi wabah dan di ulang 2 minggu kemudian. Jika pemeriksaan hanya dilakukan sekali pada 2-3 minggu setelah serangan penyakit, gambaran jumlah antibodi atau contoh darah yang positif hanya mempunyai arti: ayam telah sembuh dari serangan suatu penyebab penyakit yang mulai menyerang 10-12 hari sebelum contoh darah diperiksa. Hasilnya tidak menunjukkan bahwa penyakit disebabkan oleh penyebab yang dicurigai atau bukan.

Dalam mengambil contoh darah penting diperhatikan bahwa untuk memperoleh serum darah, spuit tempat contoh darah hanya di isi darah setengah volumenya dan segera diletakkan pada salah satu sisi tabung spuit. Cara tersebut memngkinkan darah membentuk permukaan yang luas sebelum menggumpal dan serum darah dapat dikumpulkan dari permukaan gumpalan darah tersebut.


Sumber:
Petunjuk Mendiagnosa Penyakit Ayam - Medion

0 comments so far,add yours